Memberikan kepercayaan pada orang yang mencintai kita lebih baik, daripada memberikan kepercayaan pada orang yang kita cintai ('' ) (ʃƪ´`)

Video Clip Rumor - Butiran Debu


Download video clip Rumor Butiran Debu
0
Posted by disap on 02.00


Berbagai jenis majas

Majas; membandingkan dengan sesuatu yang lain secara halus atau berlebihan
1.      Majas perumpamaan (simile) perbandingan dua hal yang dianggap sama walau sebenarnya berbeda, contoh; hidupnya seperti benalu yang menempel pada batang kayu. Biasanya mengunakan kata batu seperti, bagai, bagaikan, laksana, ibarat dan bak.
2.      Majas Personifikasi; mengungkapkan benda mati seakan-akan hidup, Contoh; tanah ini merindukan hujan.
3.      Majas Metafora; perbandingan diungkapkan secara singkat dan padat, tanpa penggunaan kata bantu.  contoh; jangan bergaul dengan lintah darat!
4.      Majas Perbandingan yang bertautan dengan sesuatu yang lainnya. Misal; pernikahan, suami istri, bahtera kehidupan, kelahiran dan kematian.

Majas Pertentangan

1.      Hiperbola; pernyataan yang berlebihan, contoh; tubuhnya kurus kering tinggal tulang belulang
2.      Litotes; mengecilkan kenyataan yang sesungguhnya, contoh; pengorbananku tidak berarti dibanding kesuksesan yang kamu raih
3.      Ironis; bertentangan dengan maksud sebenarnya dengan maksud menyindir atau mengolok-olok
contoh; rajin sekali kamu, jam 11.00 WIB baru bangun
4.      Sinisme; sindiran secara langsung, contoh; perilakumu membuatku muak
5.      Oksimoron; antarbagiannya menyatakan suatu pertentangan; cinta terkadang membuat bahagia, tapi terkadang juga membuat kesedihan.


Majas Pertautan

1.      Matonimia; memakai nama ciri/hal yang ditautkan dengan nama orang, barang atau hal lain sebagai pengganti, conoh; Kami ke Bogor mengendarai Toyota
2.      Sinekdoke; menyebutkan nama sebagainsebagai pengganti nama keseluruhan atau sebaliknya
a.       Pars Pro toto; menyebutkan nama sebagian benda untuk benda itu secara keseluruhan, contoh; Ayah menyembelih dua ekor kambing pada Idul Adha kali ini
b.      Pars pro parte; menyebutkan keseluruhan untuk sebagiannya, contoh; kelas kami medapat menghargaan kelas terbersih tahun ini.
3.      Alusi; menunjuk secara tidak langsung pada suatu tokoh atau peristiwa yang diketahui bersama, contoh; Peristiwa ini mengingtkan kekejaman penjajahan Jepang di Indonesia
4.      Eufimisme; penghalusan kata atau kalimat, “Bolehkah saya izin kekamar kecil?”
5.      Elipsis; menghilangkan satu unsur kalimat, tapi tetap dimengerti, contoh; Kami ke Yokyakarta dengan kereta api (menghilangkan predikat pergi).
6.      Inversi; perubahan susunan kalimat, contoh; Aku dan dia telah berpisah – Telah berpisah aku dan dia.

Majas penegasan

1.      Pleonasme; menggunakan kata-kata berlebihan dengan maksud menegaskan arti, contoh; Mari, naik ke atas, agar Anda dapat melihat pemandangan yang indah
2.      Klimaks; menyatakan bebeberapa hal secara berurutan yang makin lama, makin menghebat, contoh; anak-anak, remaja, dewasa, dan orang tua memenuhi Pekan Raya Jakarta
3.      Antiklimaks menyatakan bebeberapa hal secara berurutan yang makin lama, makin menurun, contoh; Bupati, para camat, dan para kepala desa mematuhi Undang-Undang Dasar
4.      Retoris; bentuk pertanyaaan yang jawabannya sudah diketahui, contoh; siapakah yang tidak ingin hidup senang?
5.      Aliterasi; memanfaatkan kata-kata yang bunyi awalnya sama, contoh; inikah indahnya impian?
6.      Antanaklasis; ulangan makna kata sama dengan makna berbeda, contoh; ibu membawa buah tangan dari Malang yakni buah apel segar.
7.      Repetisi; pengulangan kata untuk menegasan, contoh; selamat tinggal sahabat, selamat tinggal kawan, selamat tinggal sobat!
8.      Paralelisme; sebagaimana repetisi, tapi dalam baris berbeda.

|

0 Comments

Posting Komentar

Blogger templates

Blogger News


Copyright © 2009 ♥☆ Disyaff (✿◠‿◠) ☆♥ All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.