Memberikan kepercayaan pada orang yang mencintai kita lebih baik, daripada memberikan kepercayaan pada orang yang kita cintai ('' ) (ʃƪ´`)

Video Clip Rumor - Butiran Debu


Download video clip Rumor Butiran Debu
0

Kekayaan Indonesia

Posted by disap on 02.21

Gajah pun Bisa Dilatih!

Sahabat Bravo! beberapa waktu lalu, Bravo! berkesempatan mengunjungi Way Kambas. Way Kambas adalah satu-satunya lokasi pusat pelatihan gajah liar yang ada di Indonesia. Apa saja yang Bravo! lihat di sana? Yuk, kita jalan-jalan bareng ke Way Kambas.
Pusat konservasi gajah Way Kambas terletak di wilayah Lampung Timur, tepatnya di areal Taman Nasional Way Kambas. Taman nasional seluas 130.000 hektar ini dapat ditempuh melalui jalan darat kurang lebih 2 jam perjalanan dari ibukota Provinsi Lampung, Bandar Lampung.
Menurut keterangan salah seorang pawang, di sini terdapat 62 ekor gajah liar yang sudah dilatih dan ratusan gajah liar yang hidup bebas. Gajah-gajah liar ini berasal dari wilayah hutan di sekitar Taman Nasional Way Kambas. Sebelum ada lokasi pelatihan, gajah-gajah ini seringkali memasuki areal permukiman penduduk sekitar dan merusak lahan perkebunan. Untuk menanggulanginya, gajah-gajah ini ditangkap dan dilatih di Pusat Pelatihan Gajah Way Kambas. Uniknya gajah-gajah ini hanya mau menurut kepada pawang yang melatihnya sejak awal.
Sepakbola Gajah
Ternyata, sepakbola gajah benar-benar ada. Pertandingan sepakbola dimainkan oleh kesebelasan gajah. Ada sepasukan gajah yang memang sengaja dilatih untuk bermain bola. Sayangnya, kegiatan ini hanya dipertontonkan pada kesempatan khusus, misalnya pada saat kunjungan tamu kenegaraan atau tamu khusus.
Selain sepakbola, gajah-gajah ini juga mahir melakukan berbagai atraksi, seperti berjalan di antara pawang yang berbaring tanpa menginjak pawangnya. Khusus pada hari libur para pengunjung pusat konservasi bisa menunggang gajah di areal konservasi atau menunggang gajah memasuki wilayah hutan (safari gajah). Tidak perlu khawatir karena gajah-gajah ini sudah terlatih.
Jadwal Rutin Para Gajah
Gajah-gajah ini memiliki jadwal rutin. Pagi hari gajah akan dilepas untuk mencari makanan di hutan sekitar. Menjelang sore hari para pawang akan mencari gajah asuhannya untuk pulang ke lokasi konservasi. Untuk mencari gajah asuhannya, tak jarang seekor pawang harus berjalan hingga 30km. Mereka mencari gajah asuhannya dengan berjalan kaki mengikuti jejak gajah.
Jika gajah asuhannya sudah ditemukan, maka pawang akan membawanya pulang. Sesampainya di lokasi pusat konservasi, gajah akan dibawa ke kolam minum untuk melepaskan dahaga, lalu dibawa ke kolam mandi untuk dimandikan.
Sahabat Bravo! ternyata gajah sangat suka mandi dan suka menyelam. Begitu masuk ke air, mereka akan langsung menyelam agar seluruh tubuhnya terendam air, mungkin supaya segar ya habis berjalan jauh. Karena itu, pawang yang mengasuh gajah juga harus bisa berenang, karena kolam mandi gajah itu sangat dalam.
Setelah selesai mandi, gajah akan dibawa ke kandang gajah. Di sini, kandang gajah adalah sebuah lapangan besar yang terbuka. Setiap gajah akan ditambatkan pada sebuah tiang beton. Di sana sudah tersedia makanan gajah berupa pelepah daun (biasanya pelepah sawit). Nah, kalau sudah ditambatkan, gajah ini akan makan sambil menunggu malam tiba. Jika malam tiba mereka akan merebahkan tubuhnya untuk beristirahat. Selamat tidur ya para gajah!
Beberapa Fakta Gajah
Usianya bisa mencapai hingga 50 tahun. Di Pusat Konservasi Gajah Way Kambas, gajah tertua yang ada saat ini berusia 33 tahun.
Hanya gajah jantan yang memiliki gading. Gajah betina hanya memiliki semacam taring kecil saja.
Gajah betina menjalani masa kehamilan selama 24 bulan dan anak gajah akan menyusu pada induknya hingga berusia 5 tahun! Di Way Kambas terdapat 4 anak gajah, yang tertua berusia 5 tahun.

|

0 Comments

Posting Komentar

Blogger templates

Blogger News


Copyright © 2009 ♥☆ Disyaff (✿◠‿◠) ☆♥ All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.