Memberikan kepercayaan pada orang yang mencintai kita lebih baik, daripada memberikan kepercayaan pada orang yang kita cintai ('' ) (ʃƪ´`)

Video Clip Rumor - Butiran Debu


Download video clip Rumor Butiran Debu
0

"PENYESALAN YANG MENDALAM"

Posted by disap on 02.16
hai guys ,,
di sekolah ada tugas buat cerpen karya sendiri, dan kali ini gue buat cerpen karya gue sendiri lohh dan nyata !!
judulnya "PENYESALAN YANG MENDALAM", mungkin bagi kalian yang baca biasa aja. Tapi bagi gue itu takkan pernah terlupakan.


langsung aja yaaa,,, check it out >>>


<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>


Pada senin sore, saatnya keke untuk les. Les itu memang di laksanakan di rumah keke. Namun, saat itu keke lelah sekali. Jadi, untuk hari itu keke tidak les. Tetapi kakek keke mencari keke, karena keke tidak ada di tempat les.
“ Keke … keke … keke ... “, teriak kakek sambil mencari keke.

“ Iya ,, apa kek? “, jawab keke.

“ Kamu nggak les ? “, Tanya kakek.

“ Nggak, kek. keke capek, izin dulu hari ini. “, jawab keke lagi.

“ Capek, capek! Kan les dirumah ini, Cuma pindah tempat duduk doang kok. “, kakek keke langsung memotong omongan keke.

“ Nggak mau, keke nggak mau les kek.”, balas keke.

“ Yaudah walaupun kamu nggak les, setidaknya kamu menemani teman teman yang les.”, saran kakek yang terus mendesak keke.

“ Keke nggak mau les kek!” bantah keke, dan keke langsung pergi naik ke atas.

            kakek keke mengalah, tidak bisa berbuat apa-apa. Namun, selama diatas keke merasa tidak enak dan merasa bersalah terhadap kakeknya.

            Keesokkan harinya, kakek keke naik keatas dan tidur di kamar atas. Setelah bangun tidur kakek keke menggeser meja setrika, padahal tubuh kakek sudah renta dan mudah capek, tetapi beliau tetap memaksakan diri. Saat itu kakek sedang sendiri diatas, sedangkan ibu keke yang sedang memasak di dapur tidak mengetahui keadaan ayahnya (kakek keke).

            Lalu kakek keke turun dari atas dengan nafas tersendak-sendak, tubuh lemas, dan kepala pusing. Ibu keke yang sedang masak baru mengetahui keadaan ayahnya saat melihat ayahnya sedang berdiri di depan kamar, dengan pegangan tembok (seperti sempoyongan). Ibu keke langsung segera mendatangi ayahnya, dan langsung membawa nya ke tempat tidur. Ibu keke yang panik langsung menghubungi ayah keke dan adik kakek keke, mereka meminta untuk langsung dibawa ke rumah sakit. Saat mau dibawa kerumah sakit, kakek keke tidak mau, dan terus menolak.

            Saat keke pulang sekolah, keke kaget dan terasa lemas melihat keadaan kakek nya yang terbaring di tempat tidur dengan tubuh yang pucat. Sampai siang hari kondisi kakek semakin memburuk, badannya seperti kaku, dan air liur dari mulut seperti keluar sendiri (mengences). Namun, subhanallah beliau masih melaksanakan shalat zuhur, meskipun shalat dalam keadaan duduk.
            Akhirnya sore hari ayah keke pulang, dan langsung membawa kakek untuk dibawa kerumah sakit. Pembawaan menuju rumah sakit sedikit pemaksaan, karena kakek keke terus memberontak menolak di bawa ke rumah sakit.

            Saat di ruang UGD,  keadaan kakek semakin memburuk. Setelah ditangani dokter, dokter meminta izin untuk dirawat di ruang ICU.sampai di ruang ICU, kakek sudah tidak sadarkan diri.

            Di tempat lain, keke yang berada dirumah sendiri merasa takut dengan kondisi kakeknya. Setelah mengetahui kalau kakeknya masuk ruang ICU, keke terus menangis dan berdoa, ia juga menyesali perbuatan yang lalu terhadap kakeknya.

            Malamnya, ibu dan ayah keke pulang. Namun ayah keke kembali ke rumah sakit lagi, karena beliau yang menunggu kakek di rumah sakit. Ibu keke terus memikirkan ayahnya, sampai-sampai beliau drop dan jatuh sakit.

            Hari kemudiannya, keke berangkat ke sekolah dan ibu nya pergi ke rumah sakit. Di sekolah keke tampak tidak semangat dan terus memikirkan kondisi kakeknya, ia pun jadi tidak konsen dalam belajarnya.

            Sepulang sekolah keke ingin ke rumah sakit, namun tidak ada yang menemani keke. Sore harinya, adik kakek yang dari Jawa datang. Karena sebelumnya mereka telah diberitahukan. Sesampainya, beliau dan dita langsung menuju rumah sakit. Ternyata, di rumah sakit ada tetangga, adik ayah keke, dan saudara lainnya.

            Saat keke masuk ruang ICU, tubuhnya langsung lemas dan menangis melihat kondisi kakeknya. Lalu keke langsung memeluk kakek dan meminta maaf. Di situ lah yang sangat mengharukan, kakek keke yang tidak sadarkan diri namun beliau menangis saat keke meminta maaf  kepadanya.

            Saat berada di ruang tunggu ICU, keke tidak henti-hentinya menangis. Ia menyesali perbuatannya yang lalu itu. Ibu keke yang tidak mengetahui sebab keke menangis, langsung bertanya. “ kenapa kamu menangis, nak?”.

“ keke menyesal, bu.”, Jawab keke.

“ mengapa menyesal?”, Tanya ibu.

“ Keke menyesal tidak menuruti permintaan kakek, bu. Seandainya saja kalau itu adalah permintaan terakhir kakeknya, sungguh menyesal bu keke tidak mendengar dan menuruti permintaan nya.”, jawab keke lirih.

“ Sudahlah, kita kan tidak tahu kalau keadaan nya sekarang seperti ini. Sekarang kita doakan saja bersama-sama, dan lebih baik kamu meminta maaf di telinga kakek, supaya kamu tidak terus merasa bersalah.”, Bantu ibu yang menenangkan hati keke.

“ sudah bu, tadi keke sudah minta maaf.”, ucap keke. (dengan suara terisak-isak).

(keke yang terus merenung dan menangis keke menganggap dirinya bodoh karena ia tidak mau menuruti permintaan kakeknya)

            Malamnya, keke berkeinginan untuk menginap menemani kakeknya di rumah sakit. Namun, hal itu tidak dibolehkan oleh semua anggota keluarga yang berada dirumah sakit. Akhirnya, keke ikut pulang bersama keluarga lainnya.

            Tepat pukul 21.00 sampai rumah, ibu keke langsung menyuruh keke untuk membelikan makanan. Sebab, sedari tadi keluarganya belum pada makan. Saat semua baru pada mau makan, ternyata hal buruk terjadi. Dan NYEEESS, rasa itu menyakitkan. Mendapat kabar, bahwa kakek telah meninggal dunia. Semua nafsu makan pun jadi hilang, semula yang baik keadaannya menjadi lemas mendengar hal itu.

            Semua merasa kehilangan, tapi ibu dan keke yang sangat kehilangan. Bagaimana nggak? Baru saja pulang, tiba-tiba dikabarkan seperti itu. Rasa menyesal sangat dirasakan oleh ibu dan keke. Ibu menyesal kenapa tadi harus pulang? Kenapa tidak menunggu di rumah sakit. Dan begitu pun dengan keke, keke memang sudah merasakan firasat buruk. Sebetulnya, dirumah sakit keke sangat kekeh untuk menginap, karena melihat kondisi kakeknya seperti itu. hal itu sebelumnya memang dipertimbangkan oleh ayah, ibu, dan keluarga keke. Namun, melihat keke yang lelah, mereka memutuskan keke untuk pulang. Hal itu diterima keke, namun diperjalanan sampai dirumah keke terus berfirasat buruk.

            Dan begitu pun, waktu sebelumnya. Setelah keke melihat keadaan kakeknya, Tidak tahu kenapa keke terus berfikiran untuk meminta sepupu nya (cucu kakek) yang berada di Tanjung Pinang untuk datang menemui kakek. Namun hal itu, tidak di wujudkan oleh ibu keke. Ibu keke hanya mengatakan, “ itu tidak perlu, yang penting kita kabarkan saja dan minta doa’nya. Mereka kan jauh di sana, dan mereka memang tidak bisa datang karena ada urusan.”

( Keke pun terus menangis tak henti-hentinya, melihat kenyataan pahit tersebut. Penyesalan keke teramat dalam, seandainya keke tahu peristiwa itu adalah nasihat dan permintaan terakhir dari kakeknya, pasti ia akan mendengar dan menurutinya).

Keke yang terus menangis sambil memukul kepalanya, keke juga terus menyalahkan dirinya karena perbuatannya itu.

“ Keke bodoh !!! euh .. euh .. euh ..”, sambil memukul kepalanya.

“ Kenapa melakukan hal itu sih? Kenapa kamu tega melawan dan menyakiti hati kakek??”, keke terus menyalahkan dirinya sendiri.

“ Seandainya tahu, kalau itu adalah permintaan terakhirnya. Pasti bakal keke turutin !!” sesal keke.

“ Kan kita tak pernah tahu ajal kapan menjeput, kalau seandainya semua orang tahu pasti semuanya akan melakukan yang terbaik. Sekarang Yang penting kamu tadi sudah minta maaf kan kepada kakek? Yasudah, kakek pasti memaafkanmu. Kakek kan sayang kepada kita semua, kita ikhlas kan saja yang terjadi, yang penting kita selalu mendoakannya”.Sambung kakak keke, yang berusaha menenangi keke.

“ Ternyata benar, Penyesalan selalu datang pada akhir masalah. Dan keke sangat menyesal apa yang di lakukan keke terhadap kakek, kak.” Ucap keke.

            Akhirnya kakek keke pun di semayamkan di tempat peristirahatan terakhirnya, memang seluruh keluarga maupun kerabat kakek sangat merasa kehilangan. Namun, perlahan-lahan mereka semua dapat menerima dan mengikhlaskannya. Karena semua tahu, manusia semuanya pasti akan meninggal, dan mungkin seperti itu cara kakek keke meninggalkan seluruh keluarganya.


^ The End ^

|

0 Comments

Posting Komentar

Blogger templates

Blogger News


Copyright © 2009 ♥☆ Disyaff (✿◠‿◠) ☆♥ All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.