Memberikan kepercayaan pada orang yang mencintai kita lebih baik, daripada memberikan kepercayaan pada orang yang kita cintai ('' ) (ʃƪ´`)

Video Clip Rumor - Butiran Debu


Download video clip Rumor Butiran Debu
0

Hardi Fadhillah

Posted by disap on 09.22
Sekilas saat bersua dengan anak muda ini raut wajahnya memang polos. Tapi jangan kaget jika mendengar cowok bernama Hardi Fadhillah ini bermain dalam film macam apa. Tengok saja judulnya, selintas lalu memang lebih banyak ditujukan untuk penonton usia dewasa. Sebut saja ML (Mau Lagi) yang jadi debutnya, kemudian ada Ku Tunggu Jandamu hingga Kawin Kontrak Lagi. Apa iya memang spesialis film dewasa?
”Wah bukan kok. Makanya nonton dulu. Peran saya selama ini lebih banyak mengarah ke komedinya kok,” terang aktor muda yang laris sepanjang tahun 2008 ini. Hardi memang lebih banyak main dalam film bergenre komedi namun dengan porsi sebagai cowok polos dan mudah dikadali.
Saat usia kanak-kanak diakuinya tak pernah membayangkan dirinya kelak bergelut di dunia hiburan. Maka tak heran, cowok kelahiran 6 Desember 1985 ini bersikap ogah-ogahan saat ditawari bergabung oleh seorang pencari bakat saat antri makanan di sebuah restoran waralaba kawasan Blok M. ”Saya disuruh bawa foto ke alamat kantor dia,” demikian ceritanya mengenang momen di akhir 2006 itu. Dengan perasaan setengah hati tetap saja dia mengirim foto itu.
Dasar nasibnya memang mujur, tak lama kemudian sebuah proyek segera diterimanya. ”Saya jadi model iklan baju produknya Matahari,” tutur Hardi. Ya, bersama Delapan Management dia sudah mencoba merangkak sebagai bintang. Agensi tersebut tak hanya sekadar mencarikan peluang dalam industri hiburan, namun juga memberikan ilmu akting kepada Hardi. ”Di awal-awal sempat ada kelas akting sih, tapi aku jarang masuk,” lanjutnya sambil terkekeh.
Langkah Hardi sebagai pemula memang baru dimulai. Bersama bendera manajemen artisnya dia mulai mencoba audisi di berbagai tempat. Salah satunya adalah Sinemart. Di sinilah langkah Hardi mulai mantap menapak. Pasalnya, Sinemart mengikatnya dengan sebuah kontrak eksklusif. Sinetron Pangeran Penggoda arahan sutradara Ook Cemenk menjadi penanda debutnya di dunia akting. Setelah itu, Hardi mengaku melangkah nyaris tanpa hambatan. Proyek pemotretan, FTV dan sinetron mulai diterimanya.
Tak puas hanya berkarir di layar kaca, Hardi mulai menerima panggilan casting di berbagai rumah produksi. Dan yang pertama kali memberinya proyek adalah Indika Entertainment. Bicara tentang peluang Hardi sempat mengaku pasrah, terpilih atau tidak yang penting sudah berusaha. Namun dirinya mengaku sempat optimis saat salah satu orang Indika menunjuk-nunjuk seraya menyebut dirinya yang bakal dipilih. Ucapan itu ternyata benar. ”Saya mendapat peran sebagai Wisnu, mahasiswa yang lugu dan polos,” tutur pemilik rambut ikal ini.
Sayangnya, film yang mengungkapkan bahaya pergaulan bebas ini sempat tertahan lama tanpa bisa diputar di bioskop. Gelombang protes dari masyarakat membuat produser Indika, Shankar RS menunda peredaran film arahan sutradara Thomas Nawilis ini. ”Saya sempat nyesak juga, sudah capek-capek syuting,” keluh Hardi. Belakangan, film tersebut bisa juga diedarkan akhir Oktober silam, tentunya setelah direvisi sana-sini dan menjalani beberapa syuting ulang. Bagian yang dirasa rawan dibabat habis.
Di masa galau itu hati Hardi sempat sedikit terobati. Pasalnya, penulis skenario film perdananya yakni Awi Suryadi memberikan kesempatan untuk mencoba ilmu aktingnya. Kali ini dia menjadi anak sekolahan. ”Gara-gara mas Awi suka ke lokasi syuting lihat saya main. Dia kan sahabatnya sutradara ML, Thomas,” demikian paparnya.
Film horor arahan Awi tersebut diproduksi oleh Maxima Pictures. Agaknya produser Maxima terlanjur kepincut dengan sosok Hardi. Merekapun memberinya kesempatan untuk bergabung dalam film yang berikut, yakni Ku Tunggu Jandamu. Hardi bermain bersama pedangdut seksi Dewi Perssik di sana. Di sini, dia diplot untuk melebur dalam formula trio a la Warkop bersama Rizky Mocil serta Edi Brokoli. Ternyata bisa sukses. Tentu saja pihak produser tersenyum puas dibuatnya. Ibarat kata pepatah barat ”don’t change the winning team”, formula tersebut tetap dilanjutkan Maxima dalam film teranyarnya. Otomatis Hardi ikutan proyek yang berjudul Hantu Budek. ”Pak Ody percaya aja ngasih skrip tanpa proses casting lagi,” tutur Hardi senang. Lagi-lagi dia bersama Dewi Perssik bermain di sana.
Selagi Hardi syuting bersama sang pedangdut, filmnya yang lain kini justru sedang beredar di bioskop. Masih dengan genre komedi dewasa, judulnya Kawin Kontrak Lagi. Ini merupakan sekuel dari Kawin Kontrak yang dirilis awal tahun ini. Hardi kebagian peran sebagai pemuda culun bernama Fredo di sana. ”Ya jadi mahasiswa yang main-main ke desa Pakelonan mau coba-coba kawin kontrak deh,” begitu ceritanya beberapa waktu lalu. Dia mengaku sempat menderita saat syuting di kawasan Bandung Selatan itu. ”Saya punya alergi terhadap cuaca dingin,” curhatnya lagi. Untunglah semuanya bisa berjalan lancar tanpa hambatan berarti.��
Lancar. Itu kata kuncinya. Macam kondisi yang dialami Hardi sekarang. Sekali muncul di lintasan langsung lima judul disabetnya dalam jangka waktu setahun. Padahal dulu dia sempat mengaku jika dirinya memang orang yang minderan. ”Jujur sih sekarang saya sudah lebih pede,” demikian ungkap Hardi yang sempat minder karena faktor tinggi badan itu. Berbekal rasa pede itulah dirinya kini siap melangkah sebagai aktor.


Berawal dari Dikejar Banci
Sebelum jadi pemain film, Hardi menjalani hidupnya biasa saja. Ia mahasiswa Perbanas yang punya hobi balapan motor. Hardi ingin mengikuti jejak kakaknya yang pembalap. Hidupnya berubah tanpa ia sadari.

Ketika itu, Hardi sedang jalan-jalan bersama temannya di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Ia mampir ke sebuah kedai makanan. Diam-diam seorang pria kemayu memperhatikan gerak-gerik pria kelahiran 6 Desember 1985 itu.

“Ada banci yang memperhatikan saya. Awalnya saya sedikit ngeri karena saya parno sekali dengan banci. Saya berusaha menjauh, tapi dia malah mendekati dan mengajak ngobrol,” ceplos Hardi.

Dari situ Hardi tahu, si pria kemayu itu adalah seorang agen pencari bakat. Hardi dijanjikan bisa bermain sinetron atau film.

“Saya tidak langsung percaya begitu saja. Saya takut itu cuma motif dia untuk mendekati saya,” kenang dia.

Agar sang pria berlalu, Hardi mengiyakan saja ajakan dia dan bertukar nomor telepon.

“Setelah itu, saya ditelepon terus, kayak diteror begitu. Dia minta foto saya, akhirnya saya kasih saja daripada ditelepon terus,” papar dia.

Tak disangka, si banci memang berniat baik. Selang beberapa hari, Hardi dihubungi untuk kasting.

“Saat itu saya masih belum percaya 100%. Tapi, ya sudah, saya coba datang saja,” tukas dia.

Karena enggak ngebet jadi artis, Hardi datang tanpa membawa apa-apa. Itu hanya formalitas, pikirnya.

“Pas orang yang mau mengkasting tahu saya tidak ada persiapan apa-apa, dia sensi. Saya salah sedikit, dia marah-marah. Mungkin, dia merasa pekerjaannya tidak dihargai,” terang dia.

“Cuma berdiri miring sedikit saja, saya dimaki-maki. Pintu enggak tertutup rapat, saya diomeli habis-habisan. Saya berpikir untuk balas dendam,” sambung pemilik rambut ikal ini.

Kesempatan itu datang ketika Hardi diminta melakoni sebuah peran di depan kamera.

“Dia minta saya akting apa saja. Dia pegang handycam di depan saya. Langsung saja saya menumpahkan kekesalan yang saya pendam. Hitung-hitung balas dendam,” aku Hardi.

Ia siap bila akhirnya diusir dari ruangan itu lantaran dibilang melawan.

Tapi, penampilan yang dipenuhi unsur dendam itu justru menarik perhatian pihak rumah produksi.

“Saya tidak tahu kenapa, tiba-tiba beberapa hari kemudian pihak rumah porduksi menghubungi saya untuk teken kontrak eksklusif selama satu tahun,” kata Hardi antusias.

Dicekal Hingga Buka-bukaan di Udara Dingin
Belum rampung satu tahun kontraknya, Hardi mulai mencoba peruntungan di layar lebar. Pertemuannya dengan Thomas Nawilis membawanya pada satu peran dalam film Mau Lagi (ML). Buat Hardi, ini lompatan besar, dari sinetron menuju layar lebar. Sayang, belum lagi tayang, film itu menuai kecaman masyarakat.

“Seminggu sebelum premiere baru dikasih tahu, film itu ditunda. Padahal saya sudah promosi kepada teman-teman,” kenang Hardi sedih.

Akhirnya, film itu diputar dengan kesepakatan 15 meter pita film yang memuat adegan tertentu harus “disunat”. “Padahal, orang yang bereaksi itu belum menonton filmnya dan sudah keburu berpikiran negatif,” keluh dia.

Masih pada tahun yang sama, Hardi muncul dalam film Kawin Kontrak Lagi bersama Ricky Harun, Lukman Sardi, dan Wiwid Gunawan.

“Kawin Kontrak Lagi salah satu film yang paling berat buat saya, karena lokasi syuting berada di daerah yang cukup dingin, sementara saya punya alergi udara dingin,” jelas Hardi.

Jika terkena udara dingin, Hardi mengaku paru-parunya bisa menciut hingga berujung muntah-muntah.

Alhasil, selama satu bulan pengambilan gambar, Hardi tersiksa.

Malu Pada Mama dan Penggemar
Film teranyar Hardi, Arisan Brondong. Saat konferensi pers peluncuran film itu beberapa waktu lalu, ia mengeluarkan pernyataan yang cukup mengejutkan.

“Alhamdulillah, kali ini bukan film seks, terima kasih buat Maxima yang sudah kasih kepercayaan ini,” ucap dia.

Apakah Hardi malu dengan film-film yang berbau seks yang sering ia mainkan?

Sebenarnya Hardi punya beban cukup mendalam pada orangtuanya, terutama sang ibu. Ia malu mengajak mamanya menonton film-filmnya.

“Pengorbanannya dengan mengizinkan saya bekerja di dunia ini sudah cukup besar, tapi saya belum berani mengajak dia ke premiere film saya,” tegas dia.

Hardi punya alasan tersendiri. Ia merasa karyanya belum bisa membanggakan sang ibu.

“Saya malu karena ada adegan buka-bukaan. Padahal, dia enggak pernah komplain, paling cuma meledek kalau saya melakukan adegan seperti itu,” terang Hardi.

Di Facebooknya, Hardi kerap menerima nada protes dari penonton. “Banyak yang bilang, kok saya bisa seperti itu? Kok saya mau melakukan adegan itu?” tutur dia.

Tapi, lagi-lagi alasan profesionalisme menjadi jawaban mujarab. Lagi pula, di filmnya Hardi mengaku lebih mengedepankan unsur canda.
Awal 2012 ini kak hardi kini muncul dan melejit lagi dengan acting nya, Namun dalam sinetron stripping. Sinetron itu di bintangi kak didi, kak viola, kak nina, kak Kelvin, kak andre, kakak BLINK, si “Kamseupay” nyebelin (Lolypop), dan lain-lainnya. Siapa sih yang gak tau? Sinetron itu berjudul “Putih Abu-Abu”. Di sinetron itu, kak hardi berperan sebagai kak didi, dia peran nya lucu banget bangetan. Acting kak didi dan romeo (adiknya) yang lucu membuat bertambah fans nya kak Hardi. Kak hardi di situ perannya selalu gagap ketika bertemu cewek cantik, terutama ke kak viola. Oya apakah bener kak didi sama kak viola cinlok? Aaa berharap banget anee, sama sama lucu acting dan asli nya. Doakan yaa, amiinnn. *loohh?”

   Foto – foto kak hardi kece nih ..


Hardi Fadhillah       Hardi Fadhillah       Hardi Fadhillah       Hardi Fadhillah

Hardi Fadhillah        Hardi Fadhillah         Hardi Fadhillah


Profil Kak Hardi …

Hardi Fadhillah

Nama : Hardi Fadhillah
Tanggal Lahir : 6 Desember 1985
Anak ke : 2 dari 4 bersaudara
Tinggi/ Berat Badan : 168 cm/58 kg
Nama Ayah : Noviar
Nama Ibu : Sussy Herliandry
Hobi : Otomotif, main air soft gun

Filmografi:
Aktor
ML (Mau Lagi) (batal beredar) 2008
Sumpah Pocong di Sekolah 2008
Ku Tunggu Jandamu 2008
Kawin Kontrak Lagi 2008
Hantu Budek 2009

|

0 Comments

Posting Komentar

Blogger templates

Blogger News


Copyright © 2009 ♥☆ Disyaff (✿◠‿◠) ☆♥ All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.